Jumat, 17 Maret 2017

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


Seperti yang diketahui, setiap suatu bangsa mempunyai sejarah perjuangan dari para orang-orang terdahulu yang dimana terdapat banyak nilai-nilai nasionalis, patriolis dan lain sebagainya yang pada saat itu mengikat erat pada setiap jiwa warga negaranya. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang makin pesat, nilai-nilai tersebut makin lama makin hilang dari diri seseorang di dalam suatu bangsa, oleh karena itu perlu adanya pembelajaran untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut agar terus menyatu dalam setiap warga negara agar setip warga negara tahu hak dan kewajiban dalam menjalankan kehidupan berbangasa dan bernegara. Pada hakekatnya pendidikan merupakan upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. Jadi Pendidikan Kewarganegaraan adalah Unsur Negara Sebagai Syarat Berdirinya Suatu Negara upaya sadar yang ditempuh secara sistematis untuk mengenalkan, menanamkan wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila demi tetap utuh dan tegaknya NKRI.

     TUJUAN


Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni.Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia indonesia yang berbudi luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, profesional, bertanggung  jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani.

Pendidikan kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai perilaku yang:
1.    Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.2.    Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam masnyarakat berbangsa dan bernegara.3.    Rasional, dinamis, dan sabar akan hak dan kewajiban warga negara.4.    Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.5.    Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.

Melalui pendidikan Kewarganegaraan , warga negara Republik indonesia diharapkan mampu “memahami”, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah yang di hadapi oleh masyarakat , bangsa dan negaranya secra konsisten dan berkesinambungan dalam cita-cita dan tujuan nasional seperti yang di gariskan dalam pembukaan UUD 1945.

     BANGSA


Menurut Hans Kohn (Kaelan, 2002: 212-213) bahwa bangsa terbentuk oleh persamaan bahasa, ras, agama, peradaban, wilayah, negara dan kewarganegaraan. Sedangkan Ernest Renan menyatakan bahwa bangsa (nation) adalah suatu solidaritas, suatu jiwa, suatu asas spiritual, suatu solidaritas yang dapat tercipta oleh perasaan pengorbanan yang telah lampau dan bersedia dibuat di masa yang akan datang. Meskipun dikalangan pakar kenegaraan belum terdapat persamaan pengertian bangsa, namun faktor objektif yang terpenting dari suatu Bangsa adalah kehendak atau kemauan bersama yang lebih dikenal dengan nasionalisme. Fredrich Hertz dalam bukunya “Nationality in History and Politics” mengemukakan bahwa setiap bangsa mempunyai 4 (empat) unsur aspirasi sebagai berikut:
1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik,         agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya,   yaitu bebas dari         dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya. 3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualisme, keaslian, atau kekhasan. 4. Keinginan untuk menonjol (unggul) diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan,                   pengaruh, dan prestise.

     NEGARA


Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.

Pengertian Negara Berdasarkan Pendapat Para Ahli :
– Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan      bersama atas nama masyarakat.– Georg Jellinek : Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah                berdiam di suatu wilayah tertentu.– Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang            berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berbentuk republik yang telah diakui oleh dunia internasional dengan memiliki ratusan juta rakyat, wilayah darat, laut dan udara yang luas serta terdapat organisasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkuasa.

Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga negara tersebut. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi cita-cita bangsa secara bersama-sama.
Fungsi-Fungsi Negara :1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat    Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum     dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.2. Melaksanakan ketertiban    Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan         ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.3. Pertahanan dan keamanan    Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman         yang datang dari dalam maupun dari luar.4. Menegakkan keadilan    Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di           segala bidang kehidupan.

Teori Terjadinya Negara Terdapat beberapa teori antara lain sebagai berikut:a) Teori Kenyataan, timbulnya suatu negara ketika telah terpenuhi unsur-unsur negara (daerah, rakyat,    dan pemerintah yang berdaulat) maka pada saat itu juga negara sudah menjadi suatu kenyataan. b) Teori Ketuhanan, timbulnya negara karena Tuhan menghendaki. Kalimat Atas berkat rahmat Allah    Yang Maha Kuasa (by the grace of god) menunjuk ke arah teori ini, walaupun bangsa Indonesia          tidak menganut teori ini. c) Teori Perjanjian, negara timbul karena perjanjian yang diadakan antara manusia yang tadinya            hidup bebas merdeka, terlepas satu sama lain tanpa ikatan kenegaraan. Perjanjian ini diadakan agar    ada penguasa yang bertugas menjamin kepentingan bersama dapat terpelihara. Perjanjian itu                disebut perjanjian masyarakat (contract social) menurut ajaran Rousseau perjanjiandapat juga              terjadi antara pemerintah negara penjajah dengan rakyat di daerah jajahan, seperti kemerdekaan          Filipina pada tahun 1946 dan India pada tahun 1947. d) Teori Penaklukan, suatu negara timbul karena serombongan manusia menaklukan daerah dan            rombongan manusia lain.

Bentuk Negara Menurut teori-teori modern, bentuk negara yang terpenting ialah negara kesatuan (unitarisme) dan negara serikat (federasi) 1. Negara Kesatuan ialah suatu negara yang merdeka dan berdaulat dimana di seluruh negara yang          berkuasa hanya satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah. Dalam negara Kesatuan          pelaksanaan pemerintahan negara dapat dilaksanakan dengan sistem sentralisasi (segala sesuatu          dalam negara langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedang daerah-daerah tinggal              melaksanakannya) dan sistem desentralisasi (daerah diberikan kesempatan dan kewenangan untuk      mengurus urusan rumah tangganya sendiri (otonom daerah) atau dikenal dengan daerah otonom. Bentuk negara kesatuan pada umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:a. Kedaulatan negara mencakup ke dalam dan ke luar yang ditangani pemerintah pusat b. Negara hanya mempunyai satu undang-undang dasar, satu kepala negara, satu dewan menteri dan       satu dewan perwakilan rakyat. c. Hanya ada satu kebijakan yang menyangkut persoalan politik, ekonomi, sosial budaya, serta               hankam. 2.  Negara Serikat (Federasi) ialah suatu negara yang merupakan gabungan beberapa negara, yang           menjadi negara-negara bagian dan negara serikat itu.

     WARGA NEGARA


Warga negara adalah orang-orang yang menurut hukum atau secara resmi merupakan anggota resmi dari suatu Negara tertentu,atau dengan kata lain warganegara adalah warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu seorang warga negara senantiasa berinteraksi dengan negara, dan bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan negaranya. Menurut Pasal 26 ayat 1 bahwa “yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara”. Perkataan “asli” di atas mengandung syarat biologis bahwa asal usul atau turunan menentukan kedudukan sosial seseorang itu “asli” atau “tidak asli”. Keaslian ditentukan oleh turunan atau adanya hubungan darah antara yang melahirkan dan yang dilahirkan. Dengan demikian penentuan keaslian bisa didasarkan atas tiga alternatif, yaitu: 
a) turunan atau pertalian darah (geneologis)
b) ikatan pada tanah atau wilayahnya (territorial)
c) turunan atau pertalian darah dan ikatan pada tanah atau wilayah (geneologis- territorial)

     PENDUDUK


Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia (Pasal 26 ayat 2 UUD 1945). Dalam ketentuan UU No. 3 tahun 1946 tentang warga negara dan penduduk negara, pasal 14 ayat 1 dinyatakan “Penduduk Negara Indonesia ialah tiap-tiap orang yang bertempat kedudukan di dalam daerah negara Indonesia selama 1 tahun berturut-turut. Dengan demikian WNA dapat dinyatakan sebagai penduduk ketika yang bersangkutan telah bertempat tinggal selama 1 tahun berturut-turut. Pasal 13 UU No. 3 tahun 1946 disebutkan “bahwa barang siapa bukan warga negara Indonesia ialah orang asing”. Yulianus S, dkk (1984) dalam KBBI, mengartikan Rakyat adalah orang-orang yang bernaung di bawah pemerintah tertentu. Sedangkan Hazairin (1983) dalam Demokrasi Pancasila mengartikan Rakyat ialah sejumlah orang yang dikuasai, diperintah, dilindungi, dipelihara, diasuh oleh penguasanya. Perbedaan antara rakyat dan Bangsa adalah bahwa Rakyat lebih menunjukkan ikatan/hubungan politis yaitu sebagai sekelompok orang yang dikuasai/diperintah oleh suatu penguasa/pemerintahan tertentu, sedangkan Bangsa merupakan ikatan yang berdasarkan ikatan yang berdasarkan biologis, kultur, territorial, dan historis. Sehingga satu bangsa dimungkinkan milik beberapa negara.

     ASAS-ASAS KEWARGANEGARAAN


    1.Pengertian asas ius soli dalam kewarganegaraan;
Asas ius soli adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran.
Contoh penerapan asas ius soli;
Misalkan ada seseorang anak yang lahir di wilayah Negara republik Indonesia,dan di Indonesia berlaku asas ius soli,maka anak tersebut secara otomatis menjadi WNI,karena lahir di indonesia.
     2.Pengertian asas ius sanguinis dalam kewarganegaraaan;
Asas ius saguinis adalah asas yang menentukan kewarganegaran seseorang berdasarkan keturunan,bukan berdasarkan Negara tempat kelahiran.
Contoh penerapan asas ius saguinis;
Misalkan ada seseorang anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu WNI,dan Indonesia memakai asas ius sanguinis,maka anak tersebut menjadi WNI,karena ikut kewarganegaraan orang tuanya.
    3. karena permohonan Yang dimaksud adalah permohonan menjadi WNI terutama diperuntukkan bagi anak di luar perkawinan dan kepada anak keturunan asing yang menjadi penduduk negara atau lahir dari seorang penduduk negara. 
    4. karena pewarganegaraan Apabila menjadi WNI karena permohonan diperuntukkan bagi anak, maka menjadi WNI karena pewarganegaraan diperuntukkan bagi orang asing yang sudah dewasa.

     STATUS KEWARGANEGARAAN

   1. Pengertian status kewarganegaraan apatride;Status kewarganegaran apatride adalah keadaan dimana seseorang tidak mempunyai kewarganegaraan,atau keadaan dimana seseorang tidak menjadi warganegara salah Satu Negara manapun.    2. Pengertian status kewarganegaraan bipatride;Status kewarganegaraan bipatride adalah suatu keadaan  dimana seseorang mempunyai kewarganegaraan ganda(mempunyai 2 kewarganegaraan).    3. Pengertian status kewarganegaraan multipatride;Status kewarganegaraan multipatride adalah suatu keadaan dimana seseorang mempunyai kewarganegaraan lebih dari dua status warga negara, yaitu seseorang yang (penduduk) yang tinggal diperbatasan antara dua negara.  
Naturalisasi adalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan, misalnya seseorang memperoleh status kewarganegaraan akibat dari pernikahan, mengajukan permohonan, memilih atau menolak status kewarganegaraan. Naturalisasi ada yang bersifat aktif yaitu  seseorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak untuk menjadi warga Negara dari suatu negara. Sedangkan, hak pasif adalah seseorang tidak mau diwarganegarakan oleh suatu negara atau tidak mau diberi status warga negara , maka yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi yaitu untuk menolak pemberi kewarganegaraan tersebut.

     KEWARGANEGARAAN INDONESIA

  1. Pengertian asas publikasi dalam kewarganegaraan;Asas publikasi/publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewarganegaraan republik indonesia diumumkan dalam berita Negara republik Indonesia agar masyarakat mengetahuinya.    2. Asas kebenaran substantive dalam kewarganegaraaan;Asas kebenaran substantif adalah asas yang menentukan bahwa prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif,tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.Jadi jika seseorang ingin menjadi warganegara Indonesia,maka orang tersebut harus melengkapi syarat-syarat yang bersifat substantif,tidak hanya syarat yang bersifat administratif saja.    3. Cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia;Kewarganegaraan di Indonesia dapat diperoleh melalui beberapa cara,yaitu;-kelahiran, -pemberian,dan-pewarganegaraan, -ikut ayah atau ibunyaArtinya,jika seseorang ingin menjadi warga Negara Indonesia,harus melalui cara-cara diatas.    4. Cara memperoleh kewarganegaraan melalui pewarganegaraan di Indonesia;Cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan cara pewarganegaraan yaitu dengan cara melakukan permohonan pewarganegaraan yang diajukan oleh pemohon yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu secara tertulis dalam bahasa Indonesia diatas kertas bermaterai kepada presiden RI melalui menteri.Menteri meneruskan permohonan dengan pertimbangan kepada presiden dalam waktu paling lambat 3 bulan. Selanjutnya Presiden mengabulkan atau menolak permohonan kewarganegaraan.

     HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA


     Pasal-pasal dalam UUD 1945 yangmenetapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara mencakup pasal-pasal 27, 28, 29, 30, 31, 33 dan 34. Hak-hak warga negara yang substansial pada prinsipnya antara lain meliputi: 
1. Hak untuk memilih/memberikan suara 
2. Hak kebebasan berbicara 
3. Hak kebebasan pers 
4. Hak kebebasan beragama 
5. Hak kebebasan bergerak 
6. Hak kebebasan berkumpul 
7. Hak kebebasan dari perlakuan sewenang-wenang oleh sistem politik dan hukum Sedangkan CCE (Center for Civic Education) mengajukan hak-hak individu yang perlu dilindungi oleh negara, meliputi: hak pribadi (personal rights), hak politik (political rights), hak ekonomi (economic rights) Kewajiban warga negara merupakan aspek dari tanggung jawab warga negara (citizen responsibility/civic responsibilities) (CCE, 1994: 37).
Contoh yang termasuk tanggung jawab warga negara antara lain: 
1) melaksanakan aturan hukum 
2) menghargai orang lain 
3) memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya 
4) melakukan kontrol terhadap para pemimpin yang dipilihnya dalam melakukan tugas-tugasnya 
5) melakukan komunikasi dengan para wakil di sekolah, pemerintah lokal, pemerintah nasional

    PERKEMBANGAN PKN (ORLA, ORBA, REFORMASI)


Sejarah Pemikiran Dan Perkembangan Pancasila Di Masa Orde Lama, Orde Baru Dan Reformasi

Di setiap masa, pancasila mengalami perkembangan terutama dalam mengartikan Pancasila itu sendiri. Pada masa orde lama yaitu pada masa kekuasaan presiden Soekarno, Pancasila mengalami ideologisasi. Pada masa ini pancasila berusaha untuk dibangun, dijadikan sebagai keyakinan, kepribadian bangsa Indonesia. Presiden Soekarno, pada masa itu menyampaikan ideologi Pancasila berangkat dari mitologi atau mitos, yang belum jelas bahwa pancasila dapat mengantarkan bangsa Indonesia ke arah kesejahteraan. Tetapi Soekarno tetap berani membawa konsep Pancasila ini untuk dijadikan ideologi bangsa Indonesia.


Soekarno di dalam menjalankan Pancasila tidak berjalan dengan mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, yaitu muncul dari kelompok nasionalis-religius yang belum menerima Pancasila. Mereka masih menginginkan sila pertama dari Pancasila adalah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Dan yang paling besar menolak Pancasila adalah Kahar Muzakar, yang selanjutnya memberntuk DI/TII sebagai perlawanan terhadap pemerintah dan untuk menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam.

Selain itu, kelompok nasionalis-komunis, PKI, yang menginginkan negara Indonesia menjadi negara komunis. PKI menganggap tuhan tidak ada. Sedangkan negara Indonesia mengakui keberagaman agama yang ada di Indoensia. Ini berarti negara Indonesia percaya adanya tuhan. Tetapi di dalam perkembangannya, Presiden Soekarno lebih cenderung ke komunis dan tidak lagi bersifat nasionalis. Ini menjadi salah satu bukti penyelewengan Soekarno terhadap Pancasila. Penyelewengan yang lain adalah Soekarno menerapkan Demokrasi terpimpin, yaitu kekuasaan pemerintahan ada di tangan Soekarno. Padahal demokrasi yang benar adalah demokrasi yang dipegang dan dikendalikan oleh rakyat bukan oleh penguasa. Dan juga Soekarno mengeluarkan pernyataan bahwa presiden menjabat seumur hidup. Ini berarti negara Indonesia akan mengalami keotoriterian seorang penguasa.


Pada masa orde baru, yaitu kepemimpinan Presiden Soeharto, Pancasila dijadikan sebagai indoktrinasi. Pancasila dijadikan oleh Soeharto sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaannya. Ada beberapa metode yang digunakan dalam indoktrinasi Pancasila, yaitu pertama, melalui ajaran P4 yang dilakukan di sekolah-sekolah,  melalui pembekalan atau seminar. Kedua, asas tunggal, yaitu Soeharto membolehkan rakyat untuk membentuk organisasi tetapi harus berasaskan Pancasila yang merupakan Pancasila versi Soeharto. Ketiga, stabilisasi yaitu Soeharto melarang adanya kritikan yang dapat menjatuhkan pemerintah. Jadi Soeharto beranggapan bahwa kritik terhadap pemerintah menyebabkan ketidakstabilan di dalam  negara. Dalam menstabilkannya, Soeharto menggunakan kekuatan militer sehingga tidak ada yang berani untuk mengkritik pemerintah. Maka muncul penentang-penentang terhadap Pancasila, yaitu mereka lebih ke gerakan bawah tanah. Dan penentangnya hampir sama dengan penentang di masa orde lama. Salah satunya kelompok komunis.


Soeharto dalam menjalankan Pancasila melakukan beberapa penyelewengan, yaitu Soeharto menerapkan demokrasi sentralistik, demokrasi yang berpusat di tangan pemerintah. Selain itu, Soeharto memegang kendali terhadap lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif sehingga peraturan yang dibuat harus sesuai dengan persetujuan Soeharto. Dan juga Soeharto melemahkan aspek-aspek demokrasi terutama pers karena dapat membahayakan kekuasaan Soeharto. Maka Soeharo membentuk Departemen penerangan atau lembaga sensor secara besar-besaran agar setiap berita yang dimuat di media tidak menjatuhkan pemerintah. Penyelewengan yang lain adalah Soeharto melanggengkan korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga pada masa ini banyak pejabat negara yang melakukan korupsi dan juga pada masa ini negara Indoensia mengalami krisis moneter.


Sedangkan pada masa reformasi, Pancasila sebagai re-interprestasi, yaitu Pancasila harus selalu di interprestasikan kembali sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam menginterprestasikannya harus relevan dan kontekstual. Berarti harus sinkron atau sesuai dengan kenyataan atau zaman pada saat itu.

Pancasila pada masa reformasi tidak jauh berbeda dengan Pancasila pada masa orde baru dan orde lama, yaitu tetap ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan itu adalah KKN, yang merupakan masalah yang sangat berat dan sulit untuk dituntaskan. Apalagi pada masa ini korupsi benar-benar merajalela. Para pejabat negara yang melakukan korupsi sudah tidak malu lagi. Mereka malah bangga, dengan ditunjukkan saat pejabat itu keluar dari gedung KPK dengan melambaikan tangan serta tersenyum, seperti artis yang baru terkenal. Ini merupakan masalah yang benar-benar harus diselesaikan. Selain KKN, globalisasi menjadi racun bagi bangsa Indonesia karena semakin lama ideologi Pancasila tergerus dengan ideologi liberal dan kapitalis. Ditambah lagi tantangan pada masa ini bersifat terbuka, lebih bebas dan nyata. oleh sebab itu, kita harus melaksanakan Pancasila sesuai dengan nilai-nilai dikandungnya, serta mengembangkan toleransi dan plurralisme di dalam diri kita masing-masing.

Referensi
http://arafikun.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-dan-latar-belakang.html
https://dindhut.wordpress.com/2014/03/07/sejarah-pemikiran-dan-perkembangan-pancasila-di-masa-orde-lama-orde-baru-dan-reformasi/


Sabtu, 28 Januari 2017

Tipologi Bangunan Rumah Sakit Swasta

Analisis Bangunan : Rumah Sakit Unggul Karsa Medika

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha merupakan salah satu fakultas kedokteran swasta tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1965. Pembangunan RS Pendidikan Unggul Karsa Medika ditujukan untuk memfasilitasi kegiatan belajar Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha. Lokasi Pengembangan RS Pendidikan  berada di kawasan Real estate Taman Kopo Indah III. Area pengembangan Rumah Sakit ini memiliki luas sekitar 50.000 . Luas site yang dipakai dalam Tahap awal pengembangan Rumah Sakit Pendidikan Unggul Karsa Medika adalah 30.000 , di tahap berikutnya akan dikembangkan unit –unit bangunan Riset dan Asrama, memanfaatkan bagian lahan berikutnya yaitu 20.000 .
Dengan diarahkannya Rumah Sakit Pendidikan Unggul Karsa Medika sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit riset dengan kapasitas 200 TT, maka diharapkan memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medik spesialistik sekurang-kurangnya empat spesialistik dasar lengkap, yaitu penyakit dalam, bedah, kebidanan dan penyakit kandungan serta kesehatan anak, ditambah dengan penunjang medik serta non-medik. Layanan tersebut dikelompokkan dalam tata fungsi layanan umum.

Pembagian Zona
·      Zona Medik – Zona ini merupakan area yang berfungsi sebagai layanan medik, bagi pasien. Terdiri dari unit layanan medik, seperti IGD, Radiologi, IRJA, IRNA, OK, ICU, VK, perinatologi dan unit layanan pendukung antara lain farmasi dan rekam medik..
·      Zona Akademik – Zona ini merupakan area yang berfungsi untuk kegiatan akademik dari mahasiswa dan dosen dalam proses pembelajaran dan bimbingan praktek Koas. Zona akademik memiliki akses langsung menuju zona medik, karena fungsinya yang erat sebagai kesatuan Rumah Sakit Pendidikan.
·      Zona Servis – Zona ini merupakan area yang berfungsi sebagai penunjang fungsi layanan medik Rumah Sakit. Beberapa fungsi penunjang tersebut antara lain dapur gizi, laundry, kantor, power house, dan IPAL.

Denah
Bangunan Rumah Sakit Pendidikan Unggul Karsa Medika direncanakan terdiri dari 8 gedung dengan ketinggian 3 dan 4 lantai. Rumah sakit ini  akan  memiliki kapasitas  182 bed rawat inap, 4 ruang operasi, 5 bed ICU, 8 bed HCU, 10 bed NICU, 4 Bed PICU, 9 bed VK, dengan dilengkapi juga fasilitas radiologi seperti CT-scan, x-ray, MRI, fluoroscopy, mammography, dan USG.
Sementara untuk fasilitas poliklinik disediakan 40 klinik di lantai dasar. Selain itu fungsi rumah sakit ini sebagai rumah sakit pendidikan, maka disetiap instalasi disediakan ruang-ruang untuk diskusi koas mahasiswa kedokteran, dan area belakang terdapat 3 gedung yang difungsikan sebagai ruang riset dan belajar mengajar bagi mahasiswa fakultas kedokteran. Dengan perencanaan peletakkan masa bangunan yang berdekatan diharapkan fungsi rumah sakit ini baik sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus sebagai tempat kegiatan akademik dan riset juga terlaksana dengan baik dan cepat.
 Siteplan

SITEPLAN


 Denah Lantai 1


 Denah Lantai 2
 

Denah Lantai 3


Denah Lantai 4


Bangunan

Pada bagian fasad direncanakan  memiliki tampilan dengan bentukan geometris yang tegas, penggunaan material yang mudah maintenancenya serta memaksimalkan segala potensi pencahayaan dan penghawaan alami ke ruang dalam. Seperti halnya pada area poliklinik, ruang tunggu diletakkan di sisi tepi luar bangunan diharapkan selain memberi view yang baik ke taman bagi para pasien yang menunggu, juga menjadi peluang masuknya cahaya dan penghawaan alami ke ruang tunggu, sehingga tidak diperlukan penggunaan AC di area tersebut. Dimensi bangunan yang tidak terlalu lebar juga ditujukan agar memudahkan masuknya cahaya dan penghawaan alami ke ruang-ruang dalam, sehingga akan berdampak positif dalam penghematan pemanfaatan energy listrik baik untuk AC dan juga penerangan.








Tipologi Music Facility

ANALISA BANGUNAN ALICE TULLY HALL
















Dalam mendesain sebuah gedung pertunjukan, seorang arsitek dihadapkan pada banyak masalah yang luas dan kompleks. Masalah-malah yang harus diperhatikan adalah fungsi interior, akustik, sightline, layout, kapasitas tempat duduk, access point, ukuran dan tipe pertunjukan (MacGowan, 2004). Secara kapasitas gedung pementasan seni pertunjukan dibagi menjadi empat jenis :
1.            Sangat besar (1500 kursi atau lebih)
2.            Besar (900-1500 kursi)
3.            Medium (500-900 kursi)
4.            Kecil (dibawah 500 kursi)
                Secara umum gedung pertunjukan ataupun gedung dengan music fasility harus mempunyai bereberapa ruangan wajib yakni
A.       Area Lobby
Salah satu ruangan paling penting dari public space dalam sebuah gedung pertunjukan atau ruang utama, yang harus diatur supaya dapat dengan mudah di akses dari luar. Ruangan atraktif, penuh antisipasi dan hiburan, harus dapat membantu penonton untuk menikmati suasana dari pertunjukan yang akan ditampilkan di panggung nantinya.
teater.
B.      Area Penonton
Sudut pandang penglihatan penonton terhadap area panggung adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan supaya penonton dapat melihat keseluruhan area panggung secara jelas tanpa ada gangguan. Pada gambar memperlihatkan derajat 135 adalah derajat paling baik untuk para actor melakukan akting bila berada di atas panggung.


C.      Dimensi Ruang
Dalam pengaturan terhadap tempat duduk di auditorium, tidak boleh ada tempat duduk yang lebih dari 20 meter dari depan stage bila menginginkan pertunjukan dapat dilihat dan didengar dengan jelas. Diperlukan pemilihan tipe seat sebelum dimensi akhir ditentukan.
D.      Seating and Performance
                Semua gedung pertunjukan memberikan tempat dimana para penonton menikmati tontonan yang disajikan.Antara pemain dan penonton biasanya dipisahkan oleh lengkung procenium kosong yang biasanya dipergunakan untuk keperluan teknis. Pengaturan kursi ini adalah untuk memberikan kenyamanan penonton pada suatu pertunjukan.
Dimensi kursi:
·         Lebar kursi dengan sandaran lengan minimal 525 mm o Lebar kursi tanpa sandaran lengan minimal 450 mm
·         Tinggi kursi dan kemiringan : 430-450 mm dan sudut horizontal 7-9º
·         Tinggi sandaran punggung dan kemiringan 800-850 mm dari lantai (dapat ditinggikan untuk alasan akustik) dan sudut belakang 15-20º
·         Kedalaman kursi : 600-720 mm untuk kedalaman kursi dan sandaran punggung, jika kursi dapat dilipat maka kedalaman : 425-500 mm
·         Sandaran lengan : lebar min.50 mm, tinggi 600 mm diatas lantai.
·         Jumlah kursi dalam satu baris: Jika terdapat 2 gangways pada tiap sisi baris : 22 kursi. jika hanya terdapat 1 gangways di dalam satu sisi baris : 11 kursi
·         Ruang antar baris kursi:Ruang lewat (clearway) : min 300-500 mm Dimensi jarak antar baris : min 850 mm
E.       Gangways
Lebar min 1100 mm. Kemiringan 1:10 dan 1:12 jika digunakan oleh pemakai kursi roda.Landasan yang lebih miring harus memilki anak tangga biasa.

F.       Seating Layout
Tipologi Bentuk Lantai dari Concert hall
-          Persegi Empat
-          Kipas
-          Tapal Kuda
-          Tidak teratur
G.      Area Panggung
Stage merupakan bagian terpenting dari sebuah gedung pertunjukan, yaitu tempat di mana para artis (performer) akan tampil untuk mempertunjukan acting dan keahliannya. Tidak ada ukuran secara pasti untuk stage yang benar. Namun stage biasanya berukuran antara 9-12 meter dengan kedalaman yang lebih panjang dan lebarnya kira-kira 10-14 meter.

Bagian-bagian stage:
a.       Apron
Bagian stage yang berada di depan procenium. Batas apron akan menentukan ketinggian tempatduduk didalam ruang pertunjukan.
b.       Wing
Layar yang berguna untuk menutup arah pandang  penonton  yang  duduk  di  kanan dan  kiri concert  hall  agar  tidak  dapat melihat  bagian  dalam  stage  yang  tidak ingin terlihat penonton.
Selain  itu,  wing  juga  berguna  untukmenyembunyikan  lampu beberapa  macam  spesial  efek,  seperti penggunaan  asap  yang  biasanya  di  buatdengan jarak 2 meter.
c.       Backdrop
Layar  yang  menjadi  background  diatas stage.   Backdrop   ini   harus   fleksibel sehingga  memungkinkandengan   layar   dengan   gambar  yang  berbeda-beda. Untuk penyimpanan peralatan elektrik maupun hidrolis sekaligus untuk mengoperasikannya (menarik-turunkan backdrop ketikapertunjukan berlangsung).
Stage atau panggung adalah ruang yang umumnya menjadi orientasi dalam sebuah auditorium. menurut bentuk dan tingkat komunikasinya dengan penonton, panggung dapat dibedakan menjadi :

-          Panggung Proscenium

Panggung Proscenium yaitu bentuknya konvensional, penonton hanya melihat pengisi acara dan tidak ada kontak komunikasi . Seperti contohnya, panggung-panggung untuk musik klasik, tarian klasik dan sebagainya.
-          Panggung Terbuka
yaitu panggung yang menunjukkan terjadinya komunikasi dan kontak fisik antara pengisi acara dan penonton, seperti contohnya panggung konser band rock, pop dan sebagainya.
-          Panggung Area
yaitu panggung yang posisinya berada di tengah.
-          Panggung Extended
 Panggung yang merupakan pengembangan dari panggung proscenium, entah itu bentuknya yang bisa menjalar juga ke area tengah atau penyesuaian bentuk yang tetap konvensional namun memungkinkan adanya sedikit komunikasi antara penyaji dengan penonton
H.      Layar Backdrop

Ada dua macam cara penyimpanan layar backdrop, yaitu :

a.       Menggulung layar backdrop, Cara ini dilakukan dengan menggulung layar backdrop ke atas stage. Dengan sistem ini ada kemungkinan bahwa layar backdrop dapat terlihat sehingga mudah rusak.

b.       Menarik layar backdrop ke atas stage, Cara ini dilakukan dengan gris elektrik yang biasa ke atas tanpa menggulung layar backdrop, sehingga dibutuhkan ketinggian plafond minimum dua kali lebih tinggi daripada proscenium supaya layar backdrop tidak terlihat oleh penonton. Cara ini efektif untuk mencegah agar layar backdrop tidak terlipat dan terhindar dari kerusakan.


                • Backstage Area

a.       Make-up Room
Ruangan lain yang perlu ada di dalam gedung pertunjukan ini adalah ruang rias. Ruangan ini harus dapat menampung semua performer yang tampil. Masing-masing artis hendaknya harus mendapat sebuah meja rias. Lighting dalam ruang rias haruslah menggunakan bohlam bukan lampu TL, karena lampu TL akan menyebabkan warna make-up yang dihasilkan akan tidak sesuai dengan yang diinginkan ketika tampil di stage dengan lighting stage (lampu PAR, freshnel dan profil).
b.       Dressing room
Ruangan ini biasanya digunakan untuk ruangan ganti dan pemerikasaan kostum yang akan digunakan. Letaknya biasa ditempatkan dekat koridor atau tangga. Kamar ganti yang berkapasitas dua puluh orang, biasanya memiliki luasan minimum seluas 5m2 per orang. Ruangan ini sudah termasuk dengan kamar kecil, kamar ganti, dan shower. Kamar ganti untuk empat orang memiliki luasan sekitar 20m2, sedangkan untuk kamar ganti artis luasannya sampai 10m2.



c.       Loading dock
Ruangan ini berfungsi untuk menyimpan barang-barang kebutuhan panggung, seperti back drop. Area minimal yang dibutuhkan adalah hingga 50 hingga 100m2 (ukuran ini tergantung kebijakan pihak teater). Tingginya tergantung dari metode penyimpan back drop tersebut. Cara penyimpanan back drop itu sendiri dapat digulung, atau ditumpuk secara vertikal atau horizontal.

I.         Area Service

a.       Control Rooms
Stage manager biasnya berada di samping stage, dengan meja control untuk berkomunikasi dengan seluruh bagian ruangan concert hall. Ruang kontrol cahaya harus mempunyai jendela yang cukup besar untuk memberikan pandangan yang jelas dan tak terhalang stage, bahkan ketika performance berdiri.

b.       Ticket Box
Tiket box harus nyaman untuk penjual tiket dapat menjual ke publik. Ruangan yang diperlukan kurang lebih lima meter persegi untuk tiap penjual ticket.

J.        Performance Area
Akomodasi khusus diperlukan untuk pihak performance dan para performer. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
-              Ruang kontrol cahaya dan suara berada di belakang auditorium diatas kepala performance.
-              Ruang dimmer sebaiknya diletakkan jauh dari stage dan harus dijaga suara yang dihasilkan agar jangan sampai ke performance.
-              Ruang elektrik (penyimpan) dan barang-barang pertunjukan harus sedekat mungkin dengan stage.
-              Ruang manager pertunjukan harus langsung berhubungan dengan stage.
-              Scenery dock harus ditempatkan pada stage level dan harus dapat diakses langsung dari stage dan loading door. Dalam hal ini, scenery sebesar apapun harus dapat masuk lewat pintu ke dalam scenery dock.
-              Ruang rehearsal idealnya harus berukuran sama dengan stage dan harus dapat di akses dari scenery dock.
-              Beberapa kontrol untuk stage door diperlukan agar orang-orang yang tidak berkepentingan tidak dapat masuk ke dalam. Ruang ini harus dijaga oleh pekerja full time.
Konsep Pencahayaan

1.       Pencahayaan panggung
Penggunaan tata lampu pada pementasan musik penting untuk mendukung nuansa penampilan. Bahkan pada pementasan skala besar pada siang hari, keberadaan tata lampu masi diperlukan, terutama untuk bentuk-bentuk panggung tertutup.

Dasar-dasar dalam pencahayaan panggung adalah:
-          Intensitas
Kekuatan cahaya berfungsi selain sebagai penerangan juga membantu nuansa penampilan.
-          Warna
Warna cahaya diperlukan untuk menciptakan persepsi visual tertentu.
-          Distribusi
Distribusi cahaya penting untuk menghindari daerah mati cahaya dan dapat membantu penonton untuk melihat jelas keseluruhan panggung.
-          Fleksibilitas Pencahayaan
Permainan lampu yang dinamis membantu dalam tuntuan pementasan baik dari gelap terang maupun warna yang dihasilkan lampu.


2.       Pencahayaan Ruang penonton
Pencahayaan ruang penonton intensitasnya harus lebih kecil daripada intensitas pencahayaan panggung. Pencahayaan pada ruang penonton lebih berfungsi sebagai penerangan sebelum pertunjukan dimulai. Selain itu beberapa pencahayaan yang penting dalam ruang ini adalah pencahayaan darurat, lampu petunjuk dan sebagainya.

ALICE TULLY HALL


SEJARAH


                  Sebelum Alice Tully Hall dikonstruksi, kebanyakan pertunjukan musik di New York diadakan di The Town Hall, West 34rd Street,yang dibangun pada 1921. Penemu Lincoln Center berharap memiliki sebuah ruang aula musik di sana.  Sebelum pembangunan di Loncoln Center dimulai, para arsitek berencana menempatkan sebuah ruang aula musik di basementPhilharmonic Hall (dulunya bernama Avery Fisher Hall). Kemudian, ketika Juilliard School membutuhkan sebuah aula pementasan yang ukurannya sama seperti sebuah ruang aula musik, Lincoln Center memutuskan untuk membangunnya di gedung sekolah Juilliard.
Konstruksi di gedung Juilliard dibangun pada 1965. Biaya pembangunan aula musik diperkirakan mencapai 4.2 juta dollar, yang mana telah dikover oleh donasi dari Alice Tully, seorang patron ruang musik New York dan mantan penyanyi.
Tully Hall didesain oleh arsitek bernama Pietro Belluschi dan asosiasi arsitek Eduardo Catalano dan Helge Westermann. Seorang ahli akustik tersohor, Heinrich Keilholz mendesain akustik aula tersebut. Alice Tully memegang peranan penting dalam desain hall. “Tully sangat teliti dalam memilih warna dan apa yang dia ingin tambahkan di hall tersebut yang mencerminkan namanya.” Kata Patrick McGrinnis, mantan operasi direktur dan manager Alice Tully Hall pada interview tahun 1992. Tully juga meminta agar di sana banyak spasi luas di antara bangku-bangku penonton, berharap para pengunjung yang memiliki tinggi berbeda akan bisa nyaman.


Tully Hall dibuka pada 11 September 1969. Pada malam pembukaannya menampilkan konser pertama dari Lincoln Center Chamber Music Society terbaru. The New York Times memuji interior yang elegan dari warna kayu, lavender pada karpet dan raspberry pada kursi.
Sejak pembukaan, Tully Hall telah melayani beberapa even, termasuk Mostly Mozasrt, Great Performers, the New York Festival dan Jazz at Lincoln Center. Pada 1975, sebuah pipa organ berukuran besar dipasang.

ARCHITECT
                  Alice Tully Hall didesain sebagai bagian dari gedung Juilliard School oleh Pietro Belluschi. Belluschi menjadi bagian dari projek Lincoln Center pada Oktober 1956, ketika dia berpartisipasi di dua minggu konferensi persahabatan untuk mendiskusikan rencana tempat tersebut. Presiden Juilliard School berkonsultasi denngan Belluschi tentang arsitek mana yang akan dipilih untuk menyelesaikan projek tersebut, dan ketika Belluschi memberikan masukan tentang daftar para arsitek yang mungkin bisa dipertimbangkan, beliau malah yang dipilij menjadi arsiteknya. Belluschi bergabung bersama Eduardo Catalano dan Helge Westemann.
                  Projek tersebut sempat tesendat, karena kendala finalsite dan biaya, namun dimulai kemali pada 1963. Lelah dengan masalah pembatasan biaya dan perubahan program, Belluschi dan Catalano dengan susah payah menghasilkan rencana baru ketika projek erjalan kembali. Belluschi bermain lebih di peran publik, berkomunikasi dengan Juilliard dan dengan donatur. Beliau juga sangat berperan dalam mendesain lahan seperti Hall lobi



ANALISIS RUANG
Sebagian besar interior bangunan sangat sederhana, dengan dinding sering meninggalkan agregat beton telanjang dengan dinding-dinding ke karpet di lantai di beberapa daerah. Tully Hall dirancang dengan reng kayu dengan peredam belakang, dan karpet berwarna lavender.
 Pada awalnya, Tully Hall dirancangkhusus untuk pertunjukan piano dan sebagai ruang pertunjukan musik, namuan karena kursi pada tiga baris pertama dapat diganti dengantambahan panggung, maka Hall ini juga mengakomodasi orkestra kecil. Tully Hall terletak berjarak 22 kaki (6,7 m) dari terowongan kereta bawah tanah di bawah Broadway, sehingga memerlukan penyisipan satu inci bantalan asbes gabus berlapis antara ruangan penting Hall dan batuan dasar, serta isolasi dinding teater dari kolom struktural.Peredam suara pada Tully Hall dipuji sebagai salah satu yang terbaik dari setiap gedung pertunjukan di Lincoln Center. Setelah renovasi, lobi Tully Hall dua kali lipat dari 5157 ke 9468 kaki persegi, didukung oleh dinding berwarna merah darah dari kayu muirapiranga. lantai lobi ini terbuat dari kapur ataija azul Portugis.Bagian ketinggiantimur dan selatan diselimuti dengan sistem mullion dinding kabel satu arah, memungkinkan untuk transparansi secara maksimum.
Lorong-lorong sempit mengarah ke pintu masuk sisi ruang konser. Dinding lorong dilapisi dengan felt abu-abu gelap dan lantai ditutupi dengan karpet industri abu-abu. Elisabeth Diller ini menyebut "ruangyang kekurangansensorik ",yang berarti untuk meningkatkan kesan dramatis ketika masuk ke auditorium.Kulit baru teater ini hampir seluruhnya terdiridari resin ramah lingkungan yang transparan dan panel kayu Moabi Afrika yang dikembangkan dengan kaca 3 form ( dengan ketebalan antara 1 dan 1,5 inci).Estetika, akustik, dan pencahayaan semua dimasukkan ke dalam panel untuk menghapus kekacauan visual dan menciptakan ruangyang lebih mengundang. Saat ini panggung dapat dikonfigurasi dalam tiga cara yang berbeda, seperti baris depan yg mampu meluncur ke bawah.

Bangunan aula konser dan rumah opera tidak melulu tentang tampilan eksteriornya.   'Musicians Hear Heaven in Tully Hall’s New Sound', headline New York Times tertulis pada 2009, saat komunitas musik memuji akustik dari desain terbaru Alice Tully Hall, ruang konser musik Juilliard School, yang aslinya selesai pada 1969 oleh arsitek Pietro Belluschi.  Perintah pengerjaan ulang vanue, saat mengembangkan sekolah musik itu sendiri, praktisi tersohor Diller Scorfidio + Renfro menunjukan bagian dari ringkasan laporan yang menyebutkan untuk merubah  aula tersebut menjadi sebuah gedung premier musik, dengan menciptakan bagian konstruksi ‘box-in-box’ yang menjaga agar area utama hall terlindungi dari suara bising di luar gedung (dan getaran dari subway). Tampilan baru dari fasad di bagian jalan, menggantikan fasad yang lama yang tak tembus cahaya, sekarang struktur dalamnya bisa terlihat dari luar.

Konstruksi ‘box-in-box’ menlindungi area utama dari kebisingan di luar gedung. Kayu Afrika Moabi digunakan untuk garis di sepanjang auditorium, memberikan sebuah set akustik baru selagi memberikan kesatuan visual yang membantu penonton menikmati pertujukan.
www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com

Copyright © Vanvan | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑